Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Energi Gelap

Energi gelap adalah istilah yang diberikan kepada suatu kekuatan/gaya tolak misterius yang menyebabkan alam semesta kita mengembang semakin cepat dan bukannya melambat. Energi gelap merupakan sesuatu yang sangat misterius bahkan lebih misterius daripada materi gelap (dark matter). Keberadaan materi gelap setidaknya masih bisa dipetakan dan dipahami sebagai materi yang didistribusikan secara fisik di alam semesta sama seperti materi biasa. Sedangkan energi gelap sangat kurang bisa dipahami sehingga istilah energi gelap itu sendiri masih belum bisa didefinisikan secara tepat. 

Ilustrasi energi gelap. Sumber: New Scientist

Salah satu perkembangan ilmu kosmologi dan astronomi yang cukup mengejutkan adalah bahwa materi-energi biasa hanya menyumbang kurang dari 5% dari total massa alam semesta. Sisanya diisi oleh hal yang tidak diketahui atau tidak dikenal dan asing yang oleh ilmuwan disebut sebagai dark (gelap).

Kurang lebih 25% dari dark ini adalah ‘materi asing’ yang disebut sebagai dark matter (materi gelap) dan kurang lebih 70%-nya adalah ‘energi asing’ yang disebut dark energy (energi gelap). Dengan kata lain segala sesuatu yang bisa kita amati selama ini hanya sebagian kecil (5%) dari alam semesta, sedangkan yang sebagian besarnya lagi adalah hal-hal misterius yang belum bisa dilihat dan diamati sampai saat ini.

Para astronom di abad ke-20 mengetahui bahwa alam semesta mengembang atau berekspansi. Oleh karena alam semesta mengembang dan di sisi lain gravitasi bersifat ‘tarik-menarik’ maka ilmuwan juga memprediksi bahwa kecepatan mengembangnya alam semesta akan terus menurun setiap waktu. Gravitasi bekerja pada jarak, semakin bertambahnya jarak maka gravitasi semakin melemah. Karena itu saat alam semesta mengembang, materi dan objek alam semesta akan makin saling menjauhi, tarikan gravitasi makin melemah dan proses ekspansi (mengembang) alam semesta pun akan ikut melambat. Dengan kata lain gravitasi bertindak sebagai ‘rem’ terhadap laju ekspansi alam semesta.

Pada tahun 1998 pengamatan yang dilakukan oleh dua kelompok astronom internasional; Adam Riess dan Saul Perlmutter di Amerika serta Brian Schmidt di Australia mencengangkan dunia kosmologi dan astronomi. Dengan menggunakan delapan teleskop mereka mengamati supernova tipe 1A untuk menghitung laju ekspansi alam semesta. Hasilnya cukup mengejutkan, alam semesta teramati berekspansi jauh lebih cepat (mengalami percepatan) daripada yang seharusnya.

Setelah melalui beberapa pengamatan dan perhitungan berulang diketahui bahwa memang pada awalnya laju ekspansi alam semesta melambat setelah Big Bang. Namun, perlambatan itu hanya berlangsung selama 7 hingga 8 miliar tahun setelah peristiwa terbentuknya alam semesta melalui peristiwa Big Bang. Selanjutnya, laju ekspansi alam semesta berhenti melambat dan sebaliknya semakin dipercepat.

Apa yang menyebabkan atau bertanggung jawab atas percepatan ekspansi alam semesta ini kemudian disebut oleh ilmuwan sebagai energi gelap. Istilah gelap berarti tidak diketahui, dan bukan gelap secara harfiah. Energi gelap berperilaku layaknya anti-gravitasi (gravitasi Einstein), tetapi sifat dan asalnya masih menjadi misteri. Misteri terbesarnya adalah mengapa energi gelap baru mulai mendominasi laju ekspansi alam semesta pada titik tertentu (7-8 miliaran tahun) setelah Big Bang dan bukannya dimulai dari awal alam semesta bersamaan dengan Big Bang.

Sampai saat ini seperti apa itu energi gelap masih belum bisa dipahami dan diketahui dengan pasti baik secara teori maupun eksperimen. Namun secara konsep keberadaannya diperlukan ‘untuk ada’ demi menutupi lubang atau kekurangan yang masih belum bisa dipecahkan agar hukum-hukum fisika yang sudah kita kenal dan terbukti benar sampai saat ini tetap benar. Kita hanya mengetahui bahwa energi gelap mempercepat laju ekspansi alam semesta tapi apa sebenarnya dan bagaimana energi gelap itu masih menjadi misteri yang belum bisa dipecahkan oleh ilmuwan.

Daftar Pustaka:

[1] McVicar, Tyson. 2014. Everything You need to know about dark energy, di https://futurism.com/everything-you-need-to-know-about-dark-energy,

[2] Templeton, Graham. 2015. What is Dark Energy, di https://www.extremetech.com/extreme/212679-what-is-dar-energy,

[3] Briggs, Andy. 2020. What is Dark Energy, di https://earthsky.org/space/definition-what-is-dark-energy,

[4] Riess, Adam.2020. Dark Energy, di https://www.britannica.com/science/dark-energy.

Ricky Hamanay
Ricky Hamanay Yuditya Hamdani Hamanay; penulis sains amatir. Blogger sejak 2013